Kamis, 10 Maret 2011

Rasi Bintang


Bintang merupakan benda langit yang tersebar di langit dunia. Bintang berbentuk bulat atau semi builat, berbentuk gas, menyala-nyala, bersinar dengan sendirinya, dan terikat dengan benda langit lainnya melalui daya gravitasi meskipun berbentuk gas. Bintang adalah benda yang memiliki massa dan volume besar, dan bersuhu panas tinggi. Bintang menebarkan sinar yang dilihat dan sinar yang tidak dilihat akibat pengaruh gelombang cahaya.
Dalam siklus kehidupannya, bintang melewati beberapa fase dari lahir, lalu muda, kemudian tua, sebelum ia meledak, atau meredup sedikit demi sedikit kemudian padam (lenyap), atau meledak sebelum atau sesudah itu, untuk kemudian kembali ke dalam kabut langit dan memasuki siklus kelahiran bintang baru.
Bintang menghabiskan 90% usianya dalam rentang fase bintang biasa yang mirip dengan matahari, sebelum kemudian meledak, atau meredup dan lenyap (padam). Dua fase terakhir (meredup dan lenyap) sebenarnya juga berakhir dengan ledakan.
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu . Bintang-bintang yang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan . karena letak bintang itu sangat jauh maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan .
DAFTAR NAMA RASI BINTANG
1.       Andromeda (Putri Andomeda; Yunani kuno-Ptolemaeus)
2.       Antlia (Pompa Air; Lecaille, 1763)
3.       Apus (Cendrawasih; Uranometria, 1603)
4.       Aquarius (Pembawa Air; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
5.       Aquila (Elang; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
6.       Ara (Altar; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
7.       Aries (Domba Jantan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
8.       Auriga (Sais Kereta Perang; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
9.       Bootes (Pengembala; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
10.   Caelum (Pahat; Lacaille - 1763)
11.   Camelopardalis (Jerapah; Bartsch, 1624)
12.   Cancer (Ketam; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
13.   Canes Venatici (Anjing-anjing Pemburu; Firmamentum Sobiescianum,1690)
14.   Canis Major (Anjing Besar; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
15.   Canis Minor (Anjing Kecil; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
16.   Capricornus (Kambing Laut; Yunani Kuno -Ptolemaeus)
17.   Carina (Lunas Kapal Argo; Lacaille, 1763)
18.   Cassiopeia (Ratu Ethiopia; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
19.   Centaurus (Centaur; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
20.   Cepheus (Raja Ethiopia; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
21.   Cetus (Ikan Paus; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
22.   Chamaeleon (Bunglon; Uranometria, 1603)
23.   Circinus (Kompas; Lacaille, 1763)
24.   Columba (Merpati; Rover, 1679)
25.   Coma Berenices (Rambut Berenice; Uranometria, 1603)
26.   Corona Australis (Mahkota Selatan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
27.   Corona Borealis (Mahkota Utara; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
28.   Corvus (Burung Gagak; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
29.   Crater (Cangkir; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
30.   Crux (Salib Selatan; Uranometria, 1603)
31.   Cygnus (Angsa; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
32.   Delphinus (Lumba-lumba; Yunani Kuno - Ptoleamaeus)
33.   Dorado (Ikan Todak; Uranometria, 1603)
34.   Draco (Naga; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
35.   Equuleus (Kuda kecil; Yunani kuno - Ptolemaeus)
36.   Eridanus (Sungai; Yunani kuno - Ptolemaeus)
37.   Fornax (Tungku; Yunani kuno - Ptolemaeus)
38.   Gemini (Kembar;Yunani kuno - Ptolemaeus)
39.   Grus (Burung bangau; Uranometria - Keyser dan de Houtman)
40.   Hercules (Hercules, anak Zeus; Yunani kuno - Ptolemaeus)
41.   Horologium (Jam; Lacaille, 1763)
42.   Hydra (Naga laut; Yunani kuno - Ptolemaeus)
43.   Hydrus (Ular air; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
44.   Indus (Indian; Uranometria -Keyser dan de Houtman, 1603)
45.   Lacerta (Kadal; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
46.   Leo (Singa; Yunani kuno -Ptolemaeus)
47.   Leo minor (Singa kecil; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
48.   Lepus (Kelinci; Yunani kuno - Ptolemaeus)
49.   Libra (Timbangan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
50.   Lupus (Serigala; Yunani Kuno -Ptolemaeus)
51.   Lynx ( Lynx; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
52.   Lyra (Harpa; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
53.   Mensa ( Meja; Lacaille, 1763)
54.   Microscopium (Mikroskop; Lacaille 1763)
55.   Monoceros (Kuda Bertanduk; Bartsch, 1624)
56.   Musca (Lalat; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
57.   Norma (Timabangan Datar; Lacaille, 1763)
58.   Octans (Oktan; Lacaille, 1763)
59.   Ophiucus (Tangan Naga; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
60.   Orion (Pemburu; Yunani kuno - Ptolemaeus)
61.   Pavo (Merak; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
62.   Pegasus (Kuda bersayap; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
63.   Perseus (Perseus; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
64.   Phoenix (Phoenix; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
65.   Pictor (Kuda-kuda; Lacaille, 1763)
66.   Pisces (Ikan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
67.   Piscis Austrinus (Ikan Selatan; Yunani Kuno-Ptolemaeus)
68.   Puppis (Buritan kapal Argo; Lacaille, 1763, dipisahkan dari Argo Navis)
69.   Pyxis (Kompas kapal Argo; Lacaille, 1763)
70.   Reticulum (Jaring; Lacaille, 1763)
71.   Sagitta (Anak Panah; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
72.   Sagittarius (Pemanah; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
73.   Scorpius (Kalajengking; Yunani kuno - Ptolemaeus)
74.   Sculptor (Alat Pemahat; Lacaille, 1763)
75.   Scutum ( Perisai; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
76.   Serpens (Ular; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
77.   Sextans (Sekstan; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
78.   Taurus (Lembu Jantan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
79.   Telescopium (Teleskop; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
80.   Triangulum (Segitiga; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
81.   Triangulum Australe (Segitiga Selatan; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
82.   Tucana (Burung tukan; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
83.   Ursa Major (Beruang Besar; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
84.   Ursa Minor (Beruang Kecil, Yunani Kuno - Ptolemaeus)
85.   Vela (Layar Kapal Argo; Lacaille, 1763)
86.   Virgo (Sang Perawan; Yunani Kuno - Ptolemaeus)
87.   Volans (Ikan Terbang; Uranometria - Keyser dan de Houtman, 1603)
88.   Vulpecula (Rubah; Firmamentum Sobiescianum - Hevelius, 1690)
Bintang berguna sebagai penunuk arah , bintang yang berguna untuk navigasi atau penunjuk arah. Rasi yang pertama yaitu Ursa Minor, rasi bintang yang menunjukkan arah utara dikenal sebagai tujuh bintang tara dikenal pula sebagai bintang perahu (biduk) di Indonesia atau ursa minor (beruang kecil), dengan bintang utama (penentu titik utara) yang terletak di ujung ekor dinamakan Polari

Rabu, 23 Februari 2011

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu . Jadi , ilmu adalah pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah . Metode ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

 Ciri – ciri Metode Ilmiah
  • Rasional : sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia
  • Empiris : menggunakan cara tertentu yang dapat diamati dengan menggunakan panca indera
  • Sistematis : menggunakan proses dengan langkah – langkah logis

 Sifat Metode Ilmiah
  • Efisien dalam penggunaan sumber daya ( tenaga , biaya , dan juga waktu )
  • Terbuka atau dapat dipakai oleh siapa saja
  • Teruji

Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
  • Observasi Awal
  • Mengidentifikasi Masalah 
  • Merumuskan atau Menyatakan Hipotesis
  • Melakukan Eksperimen
  • Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Observasi awal:
Setelah topik yang akan diteliti dalam proyek ilmiah ditentukan, langkah pertama untuk melakukan proyek ilmiah adalah melakukan observasi awal untuk mengumpulkan informasi segala sesuatu yang berhubungan dengan topik tersebut melalui pengalaman, berbagai sumber ilmu pengetahuan, berkonsultasi dengan ahli yang sesuai.
• Gunakan semua referensi: buku, jurnal, majalah, koran, internet, interview, dll.
• Kumpulkan informasi dari ahli: instruktur, peneliti, insinyur, dll.
• Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik.

Mengidentifikasi masalah:
Permasalahan merupakan pertanyaan ilmiah yang harus diselesaikan. Permasalahan dinyatakan dalam pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan dengan jawaban berupa suatu pernyataan, bukan jawaban ya atau tidak. Sebagai contoh: Bagaimana cara menyimpan energi surya di rumah?
• Batasi permasalahan seperlunya agar tidak terlalu luas.
• Pilih permasalahan yang penting dan menarik untuk diteliti.
• Pilih permasalahan yang dapat diselesaikan secara eksperimen.

Merumuskan atau menyatakan hipotesis:
Hipotesis merupakan suatu ide atau dugaan sementara tentang penyelesaian masalah yang diajukan dalam proyek ilmiah. Hipotesis dirumuskan atau dinyatakan sebelum penelitian yang seksama atas topik proyek ilmiah dilakukan, karenanya kebenaran hipotesis ini perlu diuji lebih lanjut melalui penelitian yang seksama. Yang perlu diingat, jika menurut hasil pengujian ternyata hipotesis tidak benar bukan berarti penelitian yang dilakukan salah.
• Gunakan pengalaman atau pengamatan lalu sebagai dasar hipotesis
• Rumuskan hipotesis sebelum memulai proyek eksperimen

Melakukan Eksperimen:
Eksperimen dirancang dan dilakukan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungkan semua variabel, yaitu semua yang berpengaruh pada eksperimen. Ada tiga jenis variabel yang perlu diperhatikan pada eksperimen: variabel bebas, variabel terikat, dan variabel kontrol.
Varibel bebas merupakan variabel yang dapat diubah secara bebas. Variabel terikat adalah variabel yang diteliti, yang perubahannya bergantung pada variabel bebas. Variabel kontrol adalah variabel yang selama eksperimen dipertahankan tetap.
• Usahakan hanya satu variabel bebas selama eksperimen.
• Pertahankan kondisi yang tetap pada variabel-variabel yang diasumsikan konstan.
• Lakukan eksperimen berulang kali untuk memvariasi hasil.
• Catat hasil eksperimen secara lengkap dan seksama.

Menyimpulkan hasil eksperimen:
Kesimpulan proyek merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis. Alasan-alasan untuk hasil eksperimen yang bertentangan dengan hipotesis termasuk di dalamnya. Jika dapat dilakukan, kesimpulan dapat diakhiri dengan memberikan pemikiran untuk penelitian lebih lanjut.
Jika hasil eksperimen tidak sesuai dengan hipotesis:
• Jangan ubah hipotesis
• Jangan abaikan hasil eksperimen
• Berikan alasan yang masuk akal mengapa tidak sesuai
• Berikan cara-cara yang mungkin dilakukan selanjutnya untuk menemukan penyebab ketidaksesuaian
• Bila cukup waktu lakukan eksperimen sekali lagi atau susun ulang eksperimen.

  Pola Pikir Metode Ilmiah
  • Induktif : pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum
  • Deduktif : pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadu kasus yang bersifat khusus

Rabu, 16 Februari 2011

manusia , rasa ingin tahu dan ilmu pengetahuan

         
         Manusia dilahirkan dan diciptakan dengan mempunyai akal pikiran dan juga nafsu . Dari akal pikiran tersebut muncul rasa ingin tahu yang timbul dalam diri manusia dalam proses belajar . manusia memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi , mereka selalu berusaha mencari jawaban atas segala macam hal atau fenomena yang baru ia temukan . 


       Rasa ingin tahu yang terus berkembang dan seolah-olah tanpa batas itu menimbulkan perbendaharaan pengetahuan pada manusia itu sendiri. Hal ini tidak saja meliputi kebutuhan-kebutuhan praktis untuk hidupnya sehari-hari . rasa ingin tahu ini mendorong manusia untuk menciptakan sebuah kerangka berfikir . bermula dari rasa ingin tahu manusia  tersebut muncullah suatu keinginan untuk mencari tahu jawaban atas segala pertanyaan yang ada di pikiran seseorang . dalam proses pencarian jawaban tersebut , manusia tersebut cenderung belajar dan mendapatkan pengetahuan baru yang sudah ia temukan dalam pencaharian menemukan jawaban atas segala pertanyaannya .

        Contohnya , mengapa 2 tumbuhan itu dapat berbeda pertumbuhannya jika masing masing tumbuhan ditempatkan kedalam intensitas cahaya yang berbeda? . Pada tumbuhan yang diberi intensitas cahaya yang rendah , batang tumbuhan tersebut bertumbuh sangat cepat sedangkan tumbuhan yang di beri intesitas cahaya yang tinggi pertumbuhan batangnya lambat daripada tumbuhan yang diberi intensitas cahaya yang rendah ? . dari pertanyaan tersebut manusia mulai mengolah pikiran dan mulai ,enimblkan kerangka berfikir mereka . pertanyaan inilah yang akhirnya menjadi ilmu pengetahuan .

Minggu, 02 Januari 2011

Manusia Dan Penderitaan





Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa Sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya termasuk penderitaan ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain-lain.
Al Qur’an maupun kitab suci agama lain banyak menguraikan penderitaan manusia sebagai peringatan bagi manusia.
Dalam riwayat Nabi Muhammad Saw. pun, diceritakan bahwa beliau dilahirkan sebagai anak yatim dan kemudian yatim piatu, yang dibesarkan kakeknya kamudian pamannya. Beliau menggembala kambing, bekerja pada orang dan sebagainya. Bahkan sebagian besar hidupnya mengalami penderitaan yang luar biasa.


Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan dan Siksaan
Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Siksaan: dapat berupa siksaan jasmani atau badan dan bisa juga siksaaan rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang timbullah penderitaan. Dalam kitab suci al-quran dijelaskan tentang siksaaan yang dialami manusia nanti jika musyrik, syirik, dengki, fitnah, mencuri, bohong dan sebagainya.

sebab orang merasa ketakutan
a. claustrophobia : takut terhadap ruang tertutup
b. Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
c. Gamang : takut berada di tempat ketinggian
d. Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
e. Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
f. Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan

Contoh siksaan
>Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun.
Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan.

>Neraka
Berbicara tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat.
Manusia masuk neraka karena dosanya. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa juga berbicara tentang kesalahan




sebab-sebabnya


  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia : Penderitaan ini menyangkut tentang manusia dan lingkungan sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia hingga menjadi nasib baik. Dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Tetapi kalau takdir Allah yang menentukan kita hanya bisa menerima, sedangkan nasib buruk itu manusia sebagai penyebabnya. Maka dari itu manusia dituntut untuk berusaha untuk mendapatkan kehidupan sebaik baiknya dengan cara yang baik pula.
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan : Ini merupakan kehendak allah, tapi dalam hal inipun manusia masih dapat berusaha yaitu dengan kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat berupa usaha manusia mengatasi penderitaan itu .

Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan dapat pengaruh yang berbeda dari dalam dan luar dirinya. Diantaranya adalah sikap positif dan negatif:

  1. Sikap positif : sikap optimis mengatasi penderitaan hidup
  2. Sikap negatif : penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri

Selasa, 28 Desember 2010

manusia dan cinta kasih


CINTA

Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.

Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur  - unsur dasar tertentu yaitu:
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
  1. Cinta Persaudaraan, diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. 
  2. Cinta Keibuan, kasih sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya.
  3. Cinta Erotis, kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis (birahi) merupakan sesuatu yang sifatnya khusus sehingga memperdayakan cinta yang sesunguhnya. 
  4. Cinta Diri Sendiri, yaitu bersumber dai diri sendiri. CInta diri sendiri bernilai positif jika mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani dan rohani.
  5. Cinta Terhadap Allah,

                                         contoh cinta keibuan


KASIH SAYANG
Kasih sayang biasanya diidentifikasi dengan emosi, tapi sebenarnya ini fenomena yang sangat berbeda walaupun berkaitan erat. Sedangkan emosi merupakan respon individu internal yang menginformasikan dari probabilitas kelangsungan hidup bahwa setiap keadaan konkret yang menawarkan , kasih sayang adalah proses interaksi sosial antara dua atau lebih organisme. Afeksi merupakan ekspresi dari perawatan. Ini melambangkan keamanan, perlindungan, kenyamanan dan persetujuan - bahan penting dalam hubungan apapun.

Sayang sebagai bantuan sosial

makhluk hidup dapat dibagi menjadi spesies sosial dan asosial. spesies asosial adalah mereka yang individu tidak memerlukan kolaborasi individu lain dari spesies mereka untuk bertahan hidup. Ini berarti bahwa seorang individu dari suatu spesies asosial dapat memperoleh sumber daya yang dibutuhkan dengan sendirinya. Itu ada sejumlah besar spesies asosial, seperti nyamuk, kepiting atau blackberry.
Sebaliknya, spesies kebutuhan sosial, setidaknya dalam beberapa periode kehidupan mereka, kolaborasi dengan anggota lain dari spesies yang sama untuk bertahan hidup. Seorang individu sosial tidak dapat memperoleh dengan sendirinya semua sumber daya yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Keramahan adalah, kemudian, hasil yang memerlukan orang lain untuk bertahan hidup. Kami mendefinisikan interaksi sosial sebagai segala jenis interaksi yang menunjukkan tingkat tertentu membantu atau kerja sama. Bantuan dan kerjasama adalah persyaratan dalam semua spesies sosial. Tanpa bantuan, tanpa kerjasama dari yang lain, seorang individu dari satu spesies sosial tidak bisa bertahan.


Sosial spesies memiliki derajat yang sangat berbeda kebutuhan dan organisasi sosial. Banyak spesies yang sosial hanya selama bagian dari kehidupan mereka, biasanya saat mereka masih muda, dan kemudian mereka menjadi individu soliter. Beruang, misalnya, bersifat sosial hanya selama beberapa tahun pertama ketika mereka membutuhkan bantuan ibu mereka untuk bertahan hidup. Setelah ditinggalkan oleh ibu mereka, beruang hidup dalam kesendirian, kecuali untuk pertemuan dapat dihindari dengan beruang lain yang selalu lebih atau kurang agresif.

Kemudian, ketika orang biasanya mengatakan bahwa manusia membutuhkan kasih sayang untuk kesejahteraan mereka, kita mempertahankan bahwa mereka benar-benar mengacu pada fakta bahwa mereka membutuhkan bantuan dan kerjasama dari manusia lainnya untuk bertahan hidup. Artinya, orang mengungkapkan hal ini membutuhkan bantuan sosial sebagai kebutuhan kasih sayang. Oleh karena itu, kasih sayang dianggap sesuatu yang penting dalam kehidupan setiap manusia. Memberi kasih sayang berarti untuk membantu orang lain, memberikan kesejahteraan mereka dan mendapatkan kelangsungan hidup mereka.
Kasih sayang, didefinisikan sebagai bantuan atau kerjasama untuk bertahan hidup, memenuhi karakteristik yang orang atribut untuk itu dalam bahasa sehari-hari. Bantuan untuk bertahan adalah sesuatu yang seseorang memberikan kepada yang lain, menyiratkan upaya dari orang yang memberikan dan sangat penting untuk kelangsungan hidup especies manusia.

KEMESRAAN

Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
  • Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
  • Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
  • Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.


    Minggu, 26 Desember 2010

    Manusia Dan Keindahan

    Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan yang lainnya . Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. 


                          contoh keindahan 





    Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
    Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.





    Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
    Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:
    1. Keindahan dalam arti luas.
    Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
    . Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
    · keindahan seni
    · keindahan alam
    · keindahan moral
    · keindahan intelektual.
    2. Keindahan dalam arti estetik murni.
    Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.
    3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
    Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

    Pengerian keindahan
    dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :
    1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);
    2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).
    3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).
    4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).
    5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .
    6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).
    7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
    Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :
    1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
    Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.
    2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
    Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.
    3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.
    Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
    Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
    Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.

    manusia dan keindahan
    manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan
    dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
    Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
    Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
    Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
    Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.